asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BANKUSDT0.21765-0.13741 ( -38.7% )
BTCUSDT63,902.9-1112.41 ( -1.71% )
COTIUSDT0.01255+0.00299 ( +31.28% )
DEXEUSDT3.038+0.38 ( +14.3% )
ETHUSDT1,918.5-29.2 ( -1.5% )
HYPEUSDT55.53-1.63 ( -2.85% )
SHIBUSDT0.00000461-0.00000043 ( -8.53% )
SOLUSDT74.1-2.0 ( -2.63% )
XRPUSDT1.0615-0.0307 ( -2.81% )
Powered by
News

Trump Buka Peluang Negosiasi Ulang MoU dengan Iran

User
July 28, 2026 | 23:27 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 28, 2026 | 23:39 WIB
Trump Buka Peluang Negosiasi Ulang MoU dengan Iran

​Peluang diplomasi untuk meredakan krisis geopolitik di Timur Tengah kembali terbuka setelah Iran dan Oman dikabarkan menyetujui proposal mediator untuk menghidupkan kembali Nota Kesepahaman (MOU) nuklir dengan Amerika Serikat. Melansir laporan Reuters pada Selasa (28/7/2026), keterlibatan aktif dari Pakistan, Mesir, dan Qatar makin memperjelas poin-poin perselisihan guna membawa AS dan Iran kembali ke meja perundingan serta mencegah eskalasi militer yang lebih luas.

​Keterbukaan Iran untuk memformalkan komitmen tanpa senjata nuklir disambut dengan pergeseran sikap dari Gedung Putih. Keputusan Presiden Donald Trump untuk membatalkan rencana serangan militer pada akhir pekan lalu, disertai pernyataannya yang enggan merusak infrastruktur vital Iran, memperkuat indikasi bahwa AS kini mempertimbangkan jalur de-eskalasi diplomatis. Keputusan kini berada di tangan Trump yang hendak melakukan pertemuan dengan pihak Israel.

Kendati demikian, pihak Teheran belum memberikan konfirmasi terbuka terkait perundingan kembali dengan AS. Pejabat Iran menegaskan bahwa diskusi yang berjalan saat ini terbatas pada isu kawasan bersama Oman serta keamanan di Selat Hormuz. Pihak Iran menyatakan bahwa pembicaraan tersebut tidak ada hubungannya dengan AS, melainkan murni berfokus pada kedaulatan dan keamanan nasional Iran.

​Dorongan bagi AS untuk mengejar jalur damai tidak lepas dari ancaman makroekonomi yang membayang. Kombinasi antara eskalasi perang di jalur perdagangan vital dan spekulasi kenaikan suku bunga oleh The Fed berisiko memicu lonjakan inflasi yang merusak perekonomian. Oleh karena itu, penyelesaian diplomatik atas isu nuklir Iran menjadi opsi paling rasional bagi AS untuk menstabilkan harga energi global sekaligus meredakan tekanan inflasi domestik.

​Meredanya tensi geopolitik ini memberi angin segar bagi pasar kripto pada 28 Juli 2026. Harga Bitcoin tercatat berhasil bangkit kembali ke level $63.700 setelah sempat tertekan hingga menyentuh level harga $63.000. 

Copiedbagikan