asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.702-0.018 ( -2.5% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT76,853.5-1155.31 ( -1.48% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,452.15-5.78 ( -0.24% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT78.968-3.96 ( -4.77% )
tether usd iconiost iconIOSTUSDT0.000956-0.000739 ( -43.6% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT99.1-1.71 ( -1.7% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.7334-0.0283 ( -3.72% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.02032+0.0002 ( +0.99% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.3422-0.0385 ( -2.79% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Brian Armstrong Optimis Bitcoin ke $400.000 di Tahun 2030

User
September 11, 2026 | 00:59 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
September 11, 2026 | 00:59 WIB
Brian Armstrong Optimis Bitcoin ke $400.000 di Tahun 2030

CEO Coinbase Brian Armstrong menyatakan bahwa harga Bitcoin berpotensi melonjak lebih dari lima kali lipat hingga menyentuh $400.000 pada 2030 mendatang. Berbicara dalam interview ekslusif dengan CNBC pada Kamis (10/9), Armstrong menilai level tersebut merupakan target yang realistis seiring keyakinannya bahwa pergerakan pasar telah menyentuh bottom usai mencatatkan rebound dari level harga $60.000. Saat wawancara berlangsung, Bitcoin berada di kisaran level harga $77.000.

​Armstrong mengaitkan proyeksi tersebut dengan pola siklus empat tahunan Bitcoin, di mana durasi penurunan pasar saat ini telah berlangsung hampir satu tahun dan menyerupai siklus historis sebelumnya. Menurutnya, momentum pergerakan aset kripto terbesar tersebut akan kembali terbuka positif dalam satu hingga dua tahun ke depan, terutama menjelang agenda halving berikutnya yang diperkirakan berlangsung sekitar 18 bulan lagi.

​Selain faktor siklus pasar, Armstrong turut mengantisipasi terbitnya kepastian regulasi kripto di Amerika Serikat dalam kurun waktu sekitar satu bulan ke depan. Sinyal tersebut mencuat menjelang pemungutan suara Senat AS terkait rancangan undang-undang Clarity Act pada 15 September mendatang. Armstrong menegaskan bahwa kejelasan aturan dari regulator seperti SEC dan CFTC akan menjadi katalis utama bagi ekspansi produk keuangan digital institusional, termasuk ekuitas tertokenisasi serta instrumen perpetual futures.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan