asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.00001578-0.000009 ( -35.98% )
BTCUSDT71,613.2+5013.0 ( +7.53% )
ETHUSDT2,079.86+131.77 ( +6.76% )
PAXGUSDT5,191.42-90.32 ( -1.71% )
PEPEUSDT0.00000358+0.00000017 ( +4.99% )
PIPPINUSDT0.340977-0.127913 ( -27.28% )
SLVONUSDT77.59+2.87 ( +3.84% )
SOLUSDT91.0+6.61 ( +7.83% )
XAUTUSDT5,142.1-95.85 ( -1.83% )
Powered by
News

Trump Janjikan Kawal Kapal Minyak di Selat Hormuz Pakai Militer dan Asuransi

User
March 4, 2026 | 14:44 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 4, 2026 | 14:44 WIB
Trump Janjikan Kawal Kapal Minyak di Selat Hormuz Pakai Militer dan Asuransi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan memberikan jaminan asuransi serta pengawalan militer bagi kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini diambil untuk memastikan jalur perdagangan energi global tetap berjalan di tengah perang dengan Iran.

Trump mengatakan lembaga pemerintah US International Development Finance Corporation akan menyediakan skema asuransi dengan harga yang disebutnya terjangkau guna menjaga arus perdagangan energi dan komoditas lainnya di kawasan Teluk. Selain itu, Angkatan Laut Amerika Serikat juga akan mulai mengawal kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz jika diperlukan.

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menegaskan Amerika Serikat akan memastikan aliran energi dunia tetap berjalan. Ia menyebut pemerintahannya berkomitmen menjaga stabilitas pasokan energi global meskipun konflik di Timur Tengah terus meningkat.

Pengumuman tersebut sempat meredakan kenaikan harga minyak. Harga minyak Brent sempat bergerak di sekitar 80 dolar AS per barel setelah sebelumnya melonjak lebih dari 10 persen sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Meski demikian, sejumlah pelaku pasar masih meragukan rencana tersebut dapat segera mengembalikan arus pengiriman minyak ke kondisi normal. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia, sehingga gangguan di kawasan tersebut berdampak besar terhadap perdagangan global.

Pengamat energi Bob McNally dari Rapidan Energy Group menyebut implementasi rencana pengawalan dan asuransi kemungkinan membutuhkan waktu. Menurutnya, militer Amerika Serikat terlebih dahulu harus mengurangi kemampuan Iran untuk menyerang kapal melalui ranjau laut, rudal anti kapal, maupun drone.

Selain itu, industri asuransi maritim global juga menghadapi tantangan dalam menentukan premi risiko bagi kapal yang melintasi kawasan Teluk Persia. Sejumlah perusahaan asuransi bahkan telah menarik perlindungan risiko perang bagi kapal yang beroperasi di wilayah tersebut.

Situasi ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap krisis energi global apabila gangguan terhadap jalur Selat Hormuz berlangsung lama. Investor kini memantau apakah rencana pengawalan militer dan dukungan asuransi dari pemerintah AS dapat memulihkan kembali arus perdagangan minyak internasional.

Copiedbagikan