


​Presiden Donald Trump resmi mengumumkan penundaan rencana penghancuran pembangkit energi di Iran selama 10 hari ke depan, hingga Senin, 6 April 2026. Keputusan ini merupakan perpanjangan dari masa gencatan senjata sebelumnya yang hanya ditetapkan selama 5 hari. Melalui pernyataan resminya pada Kamis (26/3), Trump menyebut langkah ini diambil untuk menanggapi permintaan langsung dari pemerintah Iran guna memberikan ruang bagi proses negosiasi yang sedang berlangsung.
​Trump menegaskan bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak sejauh ini menunjukkan perkembangan yang positif. Ia juga membantah kabar miring dari sejumlah pihak yang menyebut negosiasi tersebut menemui jalan buntu. Dengan adanya tambahan waktu hingga awal April mendatang, fokus utama kini tertuju pada hasil perundingan di meja diplomasi sebelum batas waktu 10 hari tersebut berakhir pada pukul 20.00 waktu setempat.
​Langkah ini dianggap sebagai sinyal de-eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang telah memicu kekhawatiran global dalam beberapa pekan terakhir. Para pengamat kini memantau apakah jeda serangan kedua ini akan membuahkan kesepakatan permanen atau justru menjadi periode persiapan sebelum adanya eskalasi baru. Trump sendiri menyatakan akan terus memantau situasi secara intensif demi memastikan kepentingan strategis tetap terjaga selama masa penundaan ini berlangsung.