Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Federal Reserve (The Fed) usai bank sentral AS tersebut menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, Rabu (16/9). Melalui unggahan di akun Truth Social miliknya, Trump menilai kebijakan moneter tersebut keliru dan bertolak belakang dengan kondisi riil ekonomi AS yang menurutnya tengah dibanjiri investasi baru.
​"Suku bunga di Amerika Serikat seharusnya 1 persen atau lebih rendah, karena kita memiliki peringkat kredit terbaik di dunia, jauh melampaui siapa pun," tulis Trump. Ia menegaskan bahwa kenaikan suku bunga acuan justru merugikan daya saing ekonomi nasional, terlebih AS memiliki reputasi kredit yang sangat kuat di panggung global.
​Trump juga mengaitkan masalah moneter ini dengan kerugian perdagangan internasional akibat defisit transaksi berjalan. Ia mengklaim AS dapat menghemat setidaknya $1,5 triliun per tahun bila menghentikan hubungan dagang dengan negara-negara mitra yang menyumbang defisit. "Kita menopang hampir setiap negara di dunia, dan situasi ini tidak bisa dibiarkan lagi. Turunkan suku bunga untuk Amerika Serikat, dan cepat!" tegas Trump.



