Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak hingga 5,342% pada Kamis (1/10/2026), mencapai level tertinggi sejak awal 2002. Lonjakan terjadi ketika aksi jual obligasi global semakin dalam, mendorong harga obligasi turun dan yield naik.
Sepanjang kuartal III 2026, yield Treasury 10 tahun melonjak sekitar 87 basis poin, kenaikan kuartalan terbesar sejak 1994. Tekanan juga terjadi di berbagai negara, dengan yield obligasi Jepang, Jerman, Prancis dan Inggris menyentuh level tertinggi dalam belasan hingga puluhan tahun.
Aksi jual dipicu kombinasi kekhawatiran inflasi akibat tingginya harga energi, besarnya penerbitan utang pemerintah, serta ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama. Perang AS-Israel dengan Iran turut menjaga harga energi tetap tinggi, sementara investasi besar-besaran pada AI dan data center menopang ekspektasi pertumbuhan ekonomi.
Kenaikan yield Treasury juga memperkuat dolar AS dan memberikan tekanan terhadap aset berisiko serta mata uang negara berkembang. Reuters mencatat posisi short terhadap rupiah meningkat ke level tertinggi sejak akhir Juli, seiring kombinasi tingginya harga minyak dan yield AS.


.png)
