DBS Bank dan Citi berhasil merampungkan transaksi transfer mata uang dolar Amerika Serikat lintas negara pertama pada akhir pekan dengan memanfaatkan instrumen deposito tertokenisasi di jaringan Digital Ledger milik Swift. Transaksi antarbenua yang menghubungkan kantor DBS di Singapura dan Citi di New York tersebut berlangsung pada Sabtu 5 September 2026 dan tuntas hanya dalam hitungan menit, menembus batas waktu kliring perbankan tradisional yang umumnya memakan waktu hingga dua hari kerja.
​Keberhasilan ini menjadi transaksi riil kedua yang terkonfirmasi berjalan di atas infrastruktur buku besar digital Swift sejak diluncurkan pada Juli 2026 bersama 17 perbankan global, menyusul uji coba perdana oleh HSBC dan Standard Chartered pada Agustus. Kehadiran fasilitas operasional 24 jam nonstop ini ditujukan untuk memangkas hambatan likuiditas perusahaan multinasional dan sektor niaga elektronik, di mana dana korporasi kerap tertahan sepanjang akhir pekan akibat jam operasional perbankan koresponden yang terbatas.
​Langkah modernisasi jaringan Swift yang memproses perputaran dana tahunan sekitar $1,5 kuadriliun ini menjadi respons langsung terhadap ketatnya persaingan dari efisiensi sistem stablecoin serta pembayaran berbasis blockchain. Di tengah proyeksi lonjakan nilai pembayaran lintas negara dari Asia yang diperkirakan melesat dari $13,5 triliun pada 2025 menjadi $24 triliun pada 2033, pemanfaatan saldo kas tertokenisasi membuktikan kesiapan sektor perbankan konvensional dalam menyediakan infrastruktur penyelesaian transaksi instan tanpa jeda hari libur.



