Ledakan industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Taiwan kini membuahkan stimulus langsung bagi masyarakat. Lewat keterangan resmi di Kantor Kepresidenan Taipei pada Senin (17/8), Presiden Lai Ching-te mengumumkan rencana pembagian uang tunai sebesar NT$10.000 atau sekitar $314 per orang bagi warga yang memenuhi syarat pada 2027 mendatang. Kebijakan ini didanai melalui penambahan alokasi belanja sebesar NT$235,7 miliar atau sekitar $7,4 miliar dalam rancangan anggaran pemerintah pusat.
​Pemerintah Taiwan optimistis stimulus dividen AI ini tidak akan membebani kas negara apalagi menambah utang baru. Proyeksi penerimaan negara untuk 2027 melonjak hingga NT$3,92 triliun berkat performa ekonomi yang tumbuh impresif di atas 11% sepanjang 2026, menjadikannya ekspansi terpesat dalam 39 tahun terakhir. Kinerja pasar saham Taiwan pun ikut terkerek hingga melonjak hampir 60%.
​Motor penggerak utama pertumbuhan ini berasal dari raksasa semikonduktor TSMC yang mencetak kenaikan penjualan hingga 45% pada Juli. Segmen high-performance computing yang memproduksi cip pesanan korporasi teknologi global seperti Nvidia dan Google menyumbang 66% pendapatan perusahaan, mendorong lonjakan laba bersih kuartal kedua TSMC hingga 77,4%.
​Presiden Lai menegaskan bahwa berkah lonjakan ekonomi ini tidak boleh hanya berhenti di korporasi teknologi. Pekerja di sektor industri tradisional, bidang jasa, dan pelaku UMKM diharapkan bisa menikmati pemerataan rezeki ledakan AI tersebut. Warga dibebaskan memakai dana bantuan tunai ini untuk berbagai kebutuhan, mulai dari biaya pendidikan, perawatan keluarga, hingga belanja di sektor usaha lokal.



