Pemerintah Vietnam resmi berkolaborasi dengan Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Austria (FMA) untuk mempercepat perumusan kerangka pengawasan pasar aset kripto nasional. Kerja sama ini mengemuka usai Wakil Menteri Keuangan Vietnam Nguyen Duc Chi bertemu langsung dengan Direktur Eksekutif FMA Mariana Kuhnel di Wina, Austria, guna bertukar keahlian terkait supervisi keuangan digital menjelang penerbitan lisensi perdana bagi penyedia jasa aset kripto (crypto-asset service providers) pada 2026 mendatang.
​Ketua Komisi Sekuritas Negara Vietnam (SSC), Vu Thi Chan Phuong, memaparkan bahwa kerangka regulasi uji coba (pilot framework) yang tengah dirancang berpedoman pada standar Gugus Tugas Aksi Keuangan (FATF) dan model regulasi Uni Eropa. Mekanisme pengawasan difokuskan pada mitigasi risiko transaksi, perlindungan aset nasabah, serta penegakan aturan anti-pencucian uang (AML). Selain itu, otoritas juga menyiapkan restrukturisasi papan perdagangan saham untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) guna memperluas akses permodalan sekaligus menekan praktik manipulasi pasar.
​FMA Austria turut mengusulkan penyelenggaraan lokakarya teknis antarahli secara daring dan koordinasi yang lebih erat lewat wadah Organisasi Internasional Komisi Sekuritas (IOSCO). Sinergi lintas negara ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Vietnam dalam melegalkan operasional bursa kripto secara aman, sembari menangkap potensi besar dari gelombang tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets).



