​Co-founder Ethereum Vitalik Buterin memaparkan konsep baru dari sistem transaksi jangka panjang untuk meningkatkan skalabilitas Ethereum pada Minggu (6/9). Dalam gagasan tersebut, Vitalik mengusulkan pemisahan struktur transaksi menjadi dua elemen utama, yakni actions dan dependencies, agar jaringan dapat mengoptimalkan dan memproses validasi secara terpisah tanpa membebani sistem komputasi utama.
​Vitalik menjelaskan bahwa actions mencakup perubahan status jaringan seperti transfer ETH atau eksekusi smart contract, sementara dependencies meliputi syarat validitas transaksi seperti tanda tangan digital dan bukti kriptografi. Selama ini, seluruh proses tersebut diverifikasi secara berurutan. Melalui pemisahan ini, komponen dependencies yang tidak bergantung pada kondisi saldo atau memori jaringan dapat diverifikasi secara paralel di lapisan mempool, bahkan berpotensi diringkas menggunakan bukti kriptografi rekursif STARK guna menghemat data on-chain.
​Skema ini sejalan dengan draf proposal EIP-8141 yang memperkenalkan Frame Transactions untuk mendukung fitur account abstraction bawaan, pembayaran gas menggunakan token selain ETH, serta penyesuaian biaya gas. Menurut Vitalik, lebih dari 90% volume aktivitas transaksi di Ethereum sebenarnya tidak membutuhkan fleksibilitas komputasi yang rumit, sehingga transaksi dengan syarat yang jelas dan terprediksi berpeluang mendapatkan biaya gas yang jauh lebih efisien. Kendati demikian, seluruh rancangan ini masih berada di tahap riset protokol dan belum dijadwalkan secara resmi oleh tim pengembang inti untuk implementasi mainnet.



