


Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, pada Senin (20/7/2026) resmi merilis demo aplikasi papan buletin anonim yang dibangun menggunakan jaringan Layer-2 berbasis privasi, Aztec. Proyek dengan kode sumber terbuka ini menjadi pembuktian konsep bagi masa depan media sosial terdesentralisasi yang sepenuhnya tahan sensor. Secara teknis, platform ini memadukan keamanan Ethereum Layer-1 dengan privasi Aztec Layer-2, memungkinkan pengguna menyetor Ether (ETH) di L1 untuk mendapat hak unggah pesan anonim di L2. Identitas pengguna dipastikan tetap rahasia mengingat calldata publik sama sekali tidak merekam alamat pengirim maupun detail deposit awal.
​Untuk mencegah eksploitasi dan spam, sistem ini menerapkan pembatasan rasio yang cerdas berdasarkan besaran deposit, misalnya alokasi 10 unggahan per jam untuk deposit 0,01 ETH. Menariknya, platform ini menggunakan sistem Large Language Model (LLM) lokal sebagai moderator on-chain. Kecerdasan buatan ini memantau linimasa secara real-time dan menyensor unggahan otomatis berdasarkan kebijakan yang tersimpan di dalam blockchain, sehingga menghilangkan kebutuhan akan admin manusia yang berpotensi bias.
​Melalui unggahannya di Farcaster, Buterin mengonfirmasi bahwa proyek eksperimental ini telah mencapai "Stage 2" dan sudah mampu mengeksekusi fungsi-fungsi yang kompleks. Ia juga menekankan bahwa keamanan inti dari sistem tersebut, termasuk pembatasan rasio dan mekanisme deposit, telah diverifikasi secara formal tanpa celah menggunakan bahasa pembuktian matematis Lean 4 melalui 70 teorema. Peluncuran ini semakin memperkuat narasi bahwa utilitas Ethereum kian meluas menjadi fondasi infrastruktur sosial yang aman dan privat di masa depan.