


​Vitalik Buterin, kembali memberikan peringatan bagi para developer di industri kripto. Dalam esai terbarunya "Balance of Power" yang dirilis di akhir tahun 2025, ia menyoroti kesalahan fatal yang sering dilakukan proyek kripto: terlalu fokus mencari keuntungan hingga melupakan aspek fundamental desentralisasi.
​Vitalik menegaskan bahwa di era adopsi massal ini, setiap proyek kripto seharusnya tidak hanya merancang model bisnis yang menguntungkan, tetapi juga wajib memiliki model desentralisasi.
​"Lebih banyak proyek harus secara eksplisit memikirkan tidak hanya model bisnis, tetapi juga model desentralisasi mereka. Bagaimana mereka menghindari konsentrasi kekuasaan pada diri mereka sendiri," tulis Vitalik.
Sebagai contoh ideal, Vitalik memuji protokol liquid staking Lido Finance. Meski saat ini Lido menguasai sekitar 24% dari total Ethereum yang di-staking, Vitalik menilai komunitas tidak perlu khawatir.
​Alasannya, Lido berhasil memisahkan kekuatan dari kendali tunggal. Lido bukan entitas monolitik, melainkan sebuah DAO dengan puluhan operator node independen dan mekanisme governance ganda. Vitalik menyebutkan bahwa ini contoh penerapan prinsip kemampuan untuk memberdayakan tanpa memiliki kemampuan untuk menindas atau mengontrol protokol.
​Vitalik berharap pendekatan ini menjadi standar baru di tahun 2026. Menurutnya, tantangan terbesar industri saat ini bukan lagi soal teknologi, melainkan bagaimana menciptakan entitas besar yang tetap fleksibel namun tidak berubah menjadi monopoli sentralistik yang berbahaya.