asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ACEUSDT0.1003-0.0451 ( -31.02% )
ARGUSDT0.1253-0.0082 ( -6.14% )
BANKUSDT0.159-0.09274 ( -36.84% )
BTCUSDT66,191.5+2152.36 ( +3.36% )
ETHUSDT1,939.27+79.77 ( +4.29% )
HEIUSDT0.0932-0.0092 ( -8.98% )
HOMEUSDT0.00677-0.00088 ( -11.5% )
HYPEUSDT62.962+2.42 ( +3.99% )
SOLUSDT78.21+2.09 ( +2.75% )
Powered by
News - Web3

Volume Perdagangan Spot DEX Turun ke Level Terendah Sejak April 2025

User
July 21, 2026 | 05:39 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 21, 2026 | 05:39 WIB
Volume Perdagangan Spot DEX Turun ke Level Terendah Sejak April 2025

​Pasar bursa terdesentralisasi (DEX) menghadapi fase konsolidasi yang cukup dalam pada pertengahan tahun ini. Melansir data on-chain dari Artemis pada Selasa (21/7), total volume perdagangan spot di seluruh protokol DEX hanya mencapai $136 miliar sepanjang Juni 2026. Angka ini mencatatkan rekor bulanan terendah sejak April 2025, yang mencerminkan berkurangnya partisipasi pelaku pasar dalam aktivitas perdagangan on-chain.

​Penurunan aktivitas ini terpantau secara konsisten melalui data dashboard Artemis, di mana grafik volume yang sempat mencapai puncaknya pada 2025 kini menunjukkan tren yang melandai. Tidak hanya volume transaksi, indikator krusial lainnya seperti total nilai yang dikunci (TVL) dan jumlah pengguna aktif harian (DAU) di berbagai protokol turut mengalami penyusutan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa arus modal dan minat spekulatif di sektor DeFi disinyalir sedang berada dalam fase jenuh.

​Meskipun protokol utama seperti PancakeSwap, Uniswap, dan Aerodrome Finance masih mendominasi pangsa pasar, penurunan volume ke level terendah dalam 14 bulan terakhir ini tak lepas dari pergeseran minat pelaku pasar. Seiring kelesuan di sektor ini, likuiditas disinyalir terfragmentasi ke berbagai alternatif lain seperti saham teknologi AI, bursa tersentralisasi (CEX), hingga sektor pasar prediksi yang sedang naik daun. Dinamika ini membuat para developer protokol harus memutar otak lebih keras untuk menjaga retensi pengguna sembari menunggu katalis baru yang mampu memicu kembali gairah perdagangan di sektor DeFi.

Copiedbagikan