Pembekuan dana secara masif akibat kolapsnya Ueno Bank memicu kepanikan finansial di Paraguay. Langkah pemerintah yang membekukan akses ke rekening nasabah memaksa warga beralih ke stablecoin Tether (USDT) sebagai sarana utama penyelamat nilai kekayaan mereka dari ancaman inflasi dan ketidakpastian likuiditas.
​Di bursa peer-to-peer (P2P) khusus wilayah Paraguay, harga penawaran USDT meroket hingga menyentuh 6.942 guaraní per unit. Angka ini mencatatkan lonjakan harga sekitar 13% di atas nilai tukar resmi Bank Sentral Paraguay yang berada di level 6.144,02 guaraní per dolar AS.
​Lonjakan permintaan USDT secara drastis terjadi setelah lebih dari 3 juta nasabah Ueno Bank kehilangan akses ke tabungan mereka. Dengan lambatnya proses pencairan jaminan simpanan oleh otoritas perbankan, aset digital berbasis dolar menjadi pilihan paling realistis bagi warga untuk menjaga daya beli di tengah krisis.
​Fenomena ini menegaskan peran krusial stablecoin sebagai jalur penyelamat finansial saat sistem perbankan tradisional mengalami kegagalan sistemik. Selain mendorong adopsi kripto di tingkat akar rumput, tingginya lonjakan harga USDT di pasar sekunder berpotensi memperlebar jurang inflasi lokal dan melemahkan nilai tukar guaraní secara keseluruhan.



