Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Iran siap menyerang fasilitas minyak, kabel internet bawah laut, pusat data (data center), hingga infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di tujuh negara kawasan Teluk jika AS dan Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran.
​Rezaei menyampaikan kepada media Press TV pada Kamis (22/10) bahwa infrastruktur teknologi bernilai lebih dari $2 triliun yang terhubung dengan AS di kawasan tersebut kini berada dalam risiko. Ia menyebutkan bahwa meskipun aset-aset tersebut belum masuk daftar sasaran utama, perang terbuka dapat menghancurkan berbagai fasilitas AI, pusat data, dan jaringan kabel internet penting di kawasan tersebut.
​Ancaman ini muncul di tengah laporan media AS terkait persiapan daftar target serangan gabungan baru AS-Israel menjelang pemilu sela AS pada November mendatang. Menyikapi eskalasi geopolitik ini, harga minyak mentah Brent melonjak 3,3% ke kisaran $113 per barel, sementara indeks Nasdaq 100 merosot 3,5%.
​Langkah Iran yang membidik infrastruktur teknologi di Teluk memberikan tekanan besar pada sektor AI global. Hal ini menjadi ancaman serius bagi raksasa teknologi AS yang gencar membangun pusat AI di Teluk, seperti proyek Stargate UAE bernilai $30 miliar yang mengandalkan energi murah dan dana sovereign.



