asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2357+0.0004 ( +0.17% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,858.4+1100.71 ( +1.43% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,472.85+59.3 ( +2.46% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT78.819-0.3 ( -0.38% )
tether usd iconpudgy penguins iconPENGUUSDT0.009453+0.00106 ( +12.63% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT94.82+1.11 ( +1.19% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.8223+0.0141 ( +1.75% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.07923+0.01899 ( +31.52% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.483-0.0079 ( -0.53% )
Powered by
powered by triv
News

AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran Imbas Serangan Tanker di Selat Hormuz

User
July 8, 2026 | 02:08 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 8, 2026 | 02:08 WIB
AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran Imbas Serangan Tanker di Selat Hormuz

​Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat resmi mencabut lisensi umum yang mengizinkan ekspor minyak Iran pada Selasa (7/7) waktu setempat. Langkah tegas ini diumumkan langsung oleh Departemen Keuangan AS sebagai respons setelah pihak Iran dilaporkan menyerang tiga kapal komersial di kawasan strategis Selat Hormuz.

​Pemerintah AS menyebut tindakan terbaru Iran tersebut sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima dan menegaskan bahwa aksi tersebut akan menghadapi konsekuensi serius. Melalui rilis resmi Departemen Keuangan AS, pemerintah kini membatalkan otorisasi penjualan minyak mentah yang baru saja diberikan kepada negara tersebut.

​Akibat insiden serangan terhadap kapal-kapal tanker ini, tingkat ancaman di Selat Hormuz langsung dinaikkan ke status severe atau parah. Situasi ini kian mengkhawatirkan karena serangan tetap terjadi meskipun kapal komersial sudah menggunakan jalur pelayaran melalui Oman yang dijaga ketat oleh Angkatan Laut AS.

​Kabar pencabutan izin ekspor dan eskalasi militer di jalur pasokan logistik vital dunia ini langsung memicu reaksi cepat di pasar komoditas. Harga minyak mentah jenis Brent terpantau langsung merangkak naik hingga menyentuh level $75 per barel akibat kekhawatiran pasar akan kembali terganggunya suplai minyak global.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

The Fed Pertahankan Suku Bunga di 3,50% - 3,75%
Breaking News
July 30, 2026 | 01:05 WIB
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Yordania
News - Breaking News
July 29, 2026 | 05:44 WIB