


​Jaringan Cardano resmi mengaktifkan hard fork Van Rossem pada Minggu (18/7) dan bertransisi ke protokol versi 11 secara sukses tanpa downtime. Upgrade kali ini ini mencetak sejarah sebagai upgrade skala besar pertama yang disahkan sepenuhnya melalui tata kelola komunitas on-chain, tanpa campur tangan langsung dari developer aslinya, Input Output. Proposal ini sukses dieksekusi setelah disetujui oleh perwakilan delegasi (DReps) dengan suara 77,63%, operator stake pool sebesar 52,7%, serta mendapat lampu hijau dari Komite Konstitusional.
​Secara teknis, upgrade ini berfokus pada efisiensi biaya eksekusi smart contract Plutus sehingga developer aplikasi dapat membangun sistem yang lebih kompleks dengan biaya murah. Hard fork ini juga membawa lima peningkatan teknis lain, termasuk alat kriptografi baru dan perbaikan keamanan yang mewajibkan penggunaan kunci unik untuk setiap stake pool. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi teknis bagi upgrade lanjutan Ouroboros Leios, perombakan sistem yang menargetkan kecepatan hingga lebih dari 1.000 transaksi per detik pada masa mendatang.
​Meski membawa sentimen positif bagi fundamental teknologi Cardano, pergerakan harga di pasar masih tergolong lambat. Harga token ADA terpantau tertahan di kisaran $0,17 dengan indikator teknikal yang masih menunjukkan tren pelemahan jangka pendek. Namun di sisi lain, data Santiment mencatat adanya akumulasi masif dari investor skala besar yang memegang 100.000 hingga 100 juta ADA, mendorong nilai portfolio kelompok tersebut ke level tertingginya sejak 2023.