

.png)
.png)

Rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada perdagangan Senin (27/7), di tengah sentimen pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Indonesia. Kondisi tersebut membuat rupiah tertinggal dibanding mayoritas mata uang regional yang justru menguat terhadap dolar AS.
Pada perdagangan pagi, rupiah tercatat melemah sekitar 0,24% terhadap dolar AS. Sebaliknya, ringgit Malaysia menguat sekitar 0,27%, yen Jepang naik 0,18%, dolar Taiwan menguat 0,16%, baht Thailand naik 0,12%, dolar Singapura menguat 0,09%, peso Filipina naik 0,08%, dan yuan China menguat sekitar 0,03%. Won Korea Selatan juga bergerak positif sehingga membuat rupiah menjadi mata uang dengan performa paling lemah di kawasan Asia.
Pergerakan nilai tukar terhadap dolar AS pada perdagangan tersebut antara lain rupiah berada di kisaran Rp18.230 per dolar AS, ringgit Malaysia sekitar 3,97 per dolar AS, yen Jepang sekitar 147,5 per dolar AS, dolar Singapura sekitar 1,34 per dolar AS, yuan China sekitar 7,15 per dolar AS, baht Thailand sekitar 32,3 per dolar AS, peso Filipina sekitar 55,8 per dolar AS, dolar Taiwan sekitar 28,9 per dolar AS, dan won Korea Selatan berada di kisaran 1.380 per dolar AS.
Pelemahan rupiah mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset domestik setelah munculnya dinamika kepemimpinan di Bank Indonesia.