


​Rangkaian serangan udara militer Amerika Serikat ke sejumlah fasilitas militer Iran terus berlanjut hingga memasuki malam kesembilan berturut-turut. Gelombang gempuran terbaru pada Senin (20/7) ini memicu laporan adanya rentetan ledakan keras yang terdengar di sejumlah kota strategis Iran, yakni Tabriz, Khorramabad, dan Sarbandar.
​Diumumkan oleh CENTCOM melalui rilis resminya, operasi militer yang telah berlangsung lebih dari sepekan ini difokuskan pada titik-titik vital dengan tujuan melumpuhkan kapabilitas operasional militer serta memutus rantai pasokan senjata kelompok milisi proksi yang didukung Iran. Meski otoritas Iran belum merilis rincian resmi kerusakan maupun korban jiwa akibat ledakan di tiga kota tersebut, Pentagon menegaskan operasi akan terus berjalan.
​Eskalasi skala besar ini awalnya dipicu oleh insiden serangan drone yang menewaskan tiga prajurit AS di fasilitas militer Yordania dan pangkalan koalisi di Irak. AS bersikeras belum akan menghentikan operasi balasan ini, sekaligus menegaskan hak mereka untuk menempuh segala cara demi melindungi keselamatan personel militer di Timur Tengah.