asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2126-0.0319 ( -13.05% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT80,763.5+3687.32 ( +4.78% )
tether usd icondoge coin iconDOGEUSDT0.09279+0.00153 ( +1.68% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,507.46+77.26 ( +3.18% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT81.119+1.36 ( +1.7% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT101.91+8.22 ( +8.77% )
tether usd icontac protocol iconTACUSDT0.002607+0.000936 ( +56.01% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.04463-0.01938 ( -30.28% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.5292+0.0621 ( +4.23% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Michael Saylor Percaya Likuiditas Akan Kembali ke Kripto Setelah Euforia AI Mereda

User
July 2, 2026 | 00:00 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 2, 2026 | 00:00 WIB
Michael Saylor Percaya Likuiditas Akan Kembali ke Kripto Setelah Euforia AI Mereda

Michael Saylor memberikan klarifikasi tegas terkait penjualan Bitcoin oleh perusahaannya yang sempat memicu kepanikan di market kripto. Berbicara dalam New Era Finance Podcast dan ditayangkan pada Selasa (30/6), Saylor membantah anggapan bahwa Strategy telah meninggalkan strategi akumulasi Bitcoinnya. Ia menjelaskan bahwa transaksi penjualan tersebut berjumlah sangat kecil, yakni hanya 32 Bitcoin, atau setara dengan 0,02% dari total aset perusahaan, dibandingkan dengan akumulasi 175.000 Bitcoin sepanjang tahun 2026 ini.

Saylor menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan keputusan yang rasional bagi perusahaan yang beroperasi sebagai perusahaan treasury. Penjualan tersebut dilakukan guna memenuhi kewajiban dividen kepada investor kredit serta menjaga ekuitas perusahaan. 

"Kami harus melindungi investor kredit dan ekuitas kami. Terkadang kami perlu menjual satu Bitcoin untuk membeli 20 Bitcoin lainnya; ini adalah langkah yang lebih efisien secara pajak dan rasional secara ekonomi," ujar Saylor. Ia menegaskan bahwa menjaga kepercayaan market kredit adalah hal vital agar perusahaan tetap memiliki daya beli Bitcoin yang kuat.

Selain membahas transaksi internal, Saylor menyoroti fenomena black hole AI yang menjadi alasan mengapa Bitcoin masih tertinggal dari indeks saham seperti S&P 500. Menurutnya, likuiditas global saat ini sedang terserap secara masif ke sektor kecerdasan buatan, yang menyebabkan sekitar $10-20 miliar keluar dari ekosistem kripto. Namun, ia tetap optimistis bahwa modal tersebut akan kembali ke Bitcoin setelah euforia AI mereda.

Sebagai penutup, Saylor menegaskan bahwa ia belum menjual satu pun Sats dari kepemilikan Bitcoin pribadinya yang bukan aset perusahaan.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

The Fed Pertahankan Suku Bunga di 3,50% - 3,75%
Breaking News
July 30, 2026 | 01:05 WIB
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Yordania
News - Breaking News
July 29, 2026 | 05:44 WIB