asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT61,733.6-928.65 ( -1.48% )
ETHUSDT1,648.57-18.64 ( -1.12% )
HUSDT0.0525-0.0404 ( -43.49% )
HEIUSDT0.1232-0.0009 ( -0.73% )
HYPEUSDT63.536+1.22 ( +1.95% )
IAGUSDT0.02711-0.00409 ( -13.11% )
MUSDT0.813713-2.03642 ( -71.45% )
QUICKUSDT0.0081+0.00107 ( +15.22% )
SOLUSDT68.94-0.36 ( -0.52% )
Powered by
News - Altcoins

Token MemeCore Anjlok Lebih dari 75% Dalam 24 Jam

User
June 25, 2026 | 15:30 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 25, 2026 | 15:30 WIB
Token MemeCore Anjlok Lebih dari 75% Dalam 24 Jam

Token MemeCore (M) mengalami kejatuhan tajam setelah harganya merosot lebih dari 75% dalam 24 jam. Penurunan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor mengenai struktur distribusi token dan dugaan bahwa lebih dari 90% pasokan MemeCore dikuasai oleh pihak internal proyek.

Data pasar menunjukkan harga MemeCore turun ke sekitar $0,67, menghapus sebagian besar kapitalisasi pasar dalam waktu singkat. Aksi jual dipicu oleh pertanyaan mengenai valuasi proyek yang sebelumnya mencapai sekitar $6 miliar, sementara sebagian besar token diduga terkonsentrasi di sejumlah dompet yang berafiliasi dengan insider.

Konsentrasi kepemilikan token dalam jumlah besar dinilai meningkatkan risiko manipulasi harga karena sebagian kecil pihak memiliki kemampuan untuk memengaruhi suplai yang beredar di pasar. Kondisi tersebut juga membuat investor mempertanyakan tingkat likuiditas riil serta keberlanjutan valuasi proyek.

Isu mengenai distribusi token MemeCore sebenarnya telah mencuat sejak April lalu ketika analis on-chain ZachXBT mempertanyakan klaim kapitalisasi pasar proyek serta meminta penjelasan mengenai dugaan kepemilikan lebih dari 90% pasokan token oleh insider. Saat itu, proyek sempat membantah berbagai tuduhan tersebut, namun kekhawatiran pasar kembali meningkat setelah harga mengalami koreksi tajam.

Hingga kini belum ada bukti resmi yang mengonfirmasi adanya pelanggaran atau manipulasi oleh tim pengembang. Namun, anjloknya harga menunjukkan bahwa investor semakin memperhatikan transparansi distribusi token dan tata kelola proyek sebagai faktor utama sebelum berinvestasi di aset kripto.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa struktur tokenomics dan distribusi kepemilikan merupakan aspek penting dalam menilai risiko sebuah proyek blockchain. Ketika sebagian besar pasokan berada di tangan segelintir pihak, volatilitas harga dapat meningkat secara signifikan dan memperbesar risiko bagi investor ritel.

Copiedbagikan