


​Seorang trader kripto dengan akun X "Meekdonald" menjadi pusat perhatian setelah membagikan nasib sialnya saat melakukan short selling pada token RAVE. Meski berhasil menebak pico top di level $19 dengan akurasi tinggi, trader ini justru mencatatkan kerugian sebesar 3.963% akibat terjebak biaya operasional yang ekstrem.
​Anomali ini terjadi karena funding rate pada bursa ByBit melonjak hingga menyentuh level -2% per jam. Dalam mekanisme kontrak perpetual futures, tarif pendanaan negatif mengharuskan pemegang posisi short membayar biaya kepada pemegang posisi long. Dengan leverage 12x yang digunakan, akumulasi biaya tersebut mencapai sekitar 48% dari nilai posisi per hari, yang secara sistematis menguras kolateral trader meski harga bergerak turun sesuai prediksinya.
​Kasus ini menjadi peringatan bagi para trader mengenai risiko shorting pada aset dengan likuiditas rendah yang rentan manipulasi pasokan. Data menunjukkan bahwa tiga wallet besar menguasai 90% pasokan RAVE, yang memicu dugaan adanya skema untuk menciptakan short squeeze melalui biaya pendanaan. Meski saat ini harga RAVE telah anjlok ke kisaran $11,80, bagi Meekdonald, ketepatan menebak arah market justru berakhir rugi akibat jebakan biaya funding tersebut.