


​Donald Trump menegaskan kesiapannya untuk kembali melancarkan aksi militer yang keras terhadap Iran apabila proses pembicaraan tidak membuahkan hasil. Melansir laporan dari Axios pada Senin, (27/7), Trump mengklaim bahwa AS sedang berada dalam pembicaraan yang sangat mendalam dengan Iran, namun ia tidak akan memberikan waktu yang lama untuk diplomasi tersebut. Trump juga mengungkapkan bahwa ia memutuskan untuk menunda rencana serangan militer pada Jumat lalu murni atas permintaan negara-negara mediator yang memohon agar peluang negosiasi diberikan satu kesempatan lagi.
​Namun, klaim AS tersebut langsung dibantah oleh kantor berita Iran, Tasnim, Kementerian Luar Negeri Iran secara tegas menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam negosiasi apapun dengan Amerika Serikat. Pihak Kemlu Iran menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta untuk memulai kembali pembicaraan negosiasi dan justru membeberkan bahwa pihak AS yang sebenarnya secara aktif meminta untuk membuka dialog.
​Selain membantah klaim diplomasi tersebut, Iran juga menegaskan kembali bahwa situasi di Selat Hormuz tidak mengalami perubahan dan jalur pelayaran vital itu tetap ditutup sepenuhnya untuk seluruh kapal.