asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT79,000.0+361.74 ( +0.46% )
tether usd iconopeneden iconEDENUSDT0.06675+0.01619 ( +32.02% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,504.56+57.22 ( +2.34% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT81.999+2.3 ( +2.89% )
tether usd iconmee token iconMEEUSDT0.0003449+0.000069 ( +25.01% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT100.78+3.91 ( +4.04% )
tether usd icontac protocol iconTACUSDT0.004664+0.001955 ( +72.17% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.05029+0.00375 ( +8.06% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4199-0.0163 ( -1.14% )
Powered by
powered by triv
News

Trump Dukung Aturan Yang Larang Anggota Kongres AS Transaksi Saham

User
August 1, 2025 | 11:15 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
August 1, 2025 | 11:15 WIB
Trump Dukung Aturan Yang Larang Anggota Kongres AS Transaksi Saham

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mendukung larangan perdagangan saham oleh anggota Kongres, menurut pernyataan dari Gedung Putih. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada sebuah konferensi pers.

Leavitt menyoroti bahwa ide untuk melarang anggota Kongres dari perdagangan saham muncul karena praktik Nancy Pelosi, mantan Ketua DPR yang kontroversial. "Alasannya adalah Nancy Pelosi," kata Leavitt. "Dia benar-benar dikritik karena menerima gaji $174.000 per tahun, namun memiliki kekayaan bersih sekitar $413 juta. Pada tahun 2024, portofolio saham Nancy Pelosi tumbuh 70% dalam satu tahun, dan bahkan mengungguli setiap hedge fund besar."

Leavitt menambahkan bahwa Presiden Trump berdiri bersama rakyat Amerika dalam isu ini. "Dia tidak ingin melihat orang seperti Nancy Pelosi memperkaya diri dari pelayanan publik dan merugikan konstituen mereka," ujarnya.

Pernyataan ini muncul bersamaan dengan diskusi di Kongres tentang RUU yang bertujuan untuk mencegah anggota Kongres, termasuk presiden dan wakil presiden, dari perdagangan saham individu. RUU ini, yang awalnya dikenal sebagai PELOSI Act, kini dikenal sebagai Honest Act, dan telah mendapatkan dukungan bipartisan di Komite Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Pemerintahan Senat.

Nancy Pelosi sendiri telah menyatakan dukungannya terhadap larangan ini, meskipun sebelumnya dia menolak ide tersebut. Dalam wawancara dengan CNN, Pelosi menegaskan bahwa dia mendukung upaya untuk meningkatkan standar etika dalam pelayanan publik, meskipun dia menyangkal adanya tuduhan perdagangan insider.

Pernyataan dari Gedung Putih ini menegaskan kembali komitmen Presiden Trump terhadap reformasi etika di Washington, dengan fokus pada transparansi dan akuntabilitas dalam perdagangan saham oleh pejabat terpilih.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

The Fed Pertahankan Suku Bunga di 3,50% - 3,75%
Breaking News
July 30, 2026 | 01:05 WIB
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Yordania
News - Breaking News
July 29, 2026 | 05:44 WIB