​Donald Trump menuding Iran sengaja memicu kenaikan harga minyak mentah global menjelang pemilu sela Amerika Serikat. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis (22/10), Trump menyebut Iran membuat laporan palsu terkait serangan kapal dan ranjau di Selat Hormuz untuk menciptakan persepsi ancaman pasokan, meskipun volume pengiriman minyak di kawasan tersebut sebenarnya meningkat.
​Dalam unggahan yang sama, Trump juga mengecam tindakan keras rezim Iran terhadap para pengunjuk rasa di dalam negeri yang dilaporkan menelan puluhan ribu korban jiwa. Trump menegaskan kembali posisi politik luar negerinya dengan menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah diizinkan untuk memiliki senjata nuklir.
​Isu ketegangan geopolitik ini muncul di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus memanas, termasuk laporan serangan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi serta potensi gangguan jalur pelayaran strategis di Timur Tengah.
​Merespon perkembangan situasi tersebut, harga minyak mentah jenis Brent melonjak ke level $114,43 per barel yang merupakan titik tertinggi dalam lima bulan terakhir, sementara harga minyak jenis WTI menembus level $100 per barel.



