Perusahaan manajemen aset global VanEck menegaskan bahwa masa depan Bitcoin tidak bergantung pada presiden dari partai manapun. Head of Digital Assets Research VanEck, Matthew Sigel, menyatakan bahwa Bitcoin akan tetap tumbuh dan berkinerja positif sekalipun Partai Demokrat kembali memegang kendali pemerintahan di Amerika Serikat (AS), sebagaimana disampaikannya dalam wawancara ekslusif dengan CNBC pada Rabu (26/8)
​Sigel meluruskan anggapan bahwa Partai Demokrat merupakan kubu anti-kripto. Menurutnya, rekam jejak era kepemimpinan mantan Presiden Joe Biden pada dasarnya tidak merugikan fundamental Bitcoin, melainkan lebih menyasar pengetatan izin terhadap altcoin dan entitas bursa. Ia justru menilai kebijakan belanja fiskal dan potensi inflasi yang kerap diusung kubu sayap kiri Demokrat bakal semakin memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset langka yang tidak dapat dicetak sembarangan oleh pemerintah.
​Optimisme terhadap keberlanjutan adopsi Bitcoin ini mencuat saat reli harga BTC sempat menyentuh area $81.000 sebelum kembali ke kisaran $78.000. Mengingat aset digital kini kian dipandang sebagai isu lintas partai oleh para legislator muda di Kongres AS, arah kebijakan dinilai akan tetap kondusif bagi pertumbuhan Bitcoin jangka panjang, siapa pun sosok atau fraksi yang menempati Gedung Putih.



