​Vitalik Buterin mengunggah update terbaru dari roadmap Ethereum melalui akun X resminya pada Senin (10/8). Dalam unggahan tersebut, Vitalik membandingkan diagram roadmap 2023 dengan kondisi terkini pengembangan protokol. Perbandingan ini memperlihatkan pergeseran prioritas yang signifikan, dengan menempatkan perlindungan privasi pengguna serta ketahanan terhadap ancaman komputer kuantum sebagai fokus utama pengembangan protokol hingga 2029.
​Vitalik menjelaskan bahwa sejumlah konsep baru yang tidak tercantum dalam roadmap 2023 kini mulai diintegrasikan ke dalam ekosistem. Di antaranya adalah penerapan fitur privasi tingkat tinggi seperti lean privacy pool dan wormholes, pengembangan native rollups, hingga skema blob dan gas futures. Selain itu, Ethereum juga membuka ruang bagi penggunaan format komputasi alternatif di luar Ethereum Virtual Machine (EVM), seperti RISC-V dan leanISA yang dinilai lebih efisien dan modern.
​Dalam hal strategi transparansi dan efisiensi, Ethereum mengadopsi pendekatan Lean-ification untuk menyederhanakan spesifikasi protokol agar lebih mudah diverifikasi. Proses verifikasi formal (formal verification) ini memanfaatkan dukungan AI. Vitalik juga mencatat adanya penyesuaian ulang pada beberapa teknologi lama, seperti penggantian struktur Verkle tree menjadi Unified Binary Tree dan PBT, serta penurunan prioritas untuk fitur Verifiable Delay Functions (VDF).
​Update terbaru ini diharapkan bisa menjadi panduan dinamis bagi para developer dan tim riset Ethereum dalam merancang infrastruktur jaringan yang lebih aman dan terukur. Menutup penjelasannya, Vitalik menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk memastikan Ethereum menjadi jaringan yang aman dari ancaman kuantum, mengutamakan privasi pengguna, tahan terhadap sensor, serta memiliki performa dan skalabilitas tinggi tanpa mengorbankan keamanan dasar protokol.



