


Wall Street kembali diguncang oleh runtuhnya salah satu hedge fund dengan pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun terakhir. Situational Awareness, hedge fund yang didirikan mantan peneliti OpenAI Leopold Aschenbrenner saat berusia 24 tahun, mengalami kejatuhan drastis setelah gejolak di sektor saham kecerdasan buatan (AI).
Dalam surat kepada para investornya, Aschenbrenner mengakui kegagalan tersebut. "We let you down."
Situational Awareness diluncurkan pada akhir 2024 dengan dana kelolaan awal hanya beberapa ratus juta dolar AS. Berkat performa investasi yang luar biasa dan derasnya arus modal dari investor, hedge fund ini berkembang sangat cepat.
Hingga pertengahan 2026, dana kelolaannya telah melampaui US$20 miliar dan sempat diperkirakan mendekati US$45 miliar, menjadikannya salah satu hedge fund AI dengan pertumbuhan tercepat di Wall Street.
Strategi investasi Aschenbrenner berfokus pada ekosistem infrastruktur AI. Berbeda dengan anggapan bahwa ia hanya mengandalkan saham Nvidia, portofolionya jauh lebih luas.
Beberapa posisi utamanya mencakup SK Hynix, CoreWeave, Nebius, Applied Digital, Core Scientific, IREN, Bitdeer, RIOT Platforms, Bloom Energy, hingga SanDisk. Selain itu, salah satu aset privat terbesarnya adalah investasi di perusahaan AI Anthropic.
Secara keseluruhan, strategi tersebut mencerminkan keyakinan bahwa pembangunan infrastruktur AI akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri dalam beberapa tahun ke depan.
Berbeda dengan spekulasi yang beredar, kejatuhan Situational Awareness bukan disebabkan oleh posisi short.
Sebaliknya, hedge fund ini mengambil posisi long yang sangat besar pada sektor AI dan memperbesar eksposurnya menggunakan leverage dari prime broker.
Strategi tersebut menghasilkan keuntungan luar biasa ketika saham-saham AI terus naik. Namun di sisi lain, leverage juga membuat risiko meningkat secara signifikan ketika pasar berbalik arah.
Pada Juli 2026, sektor AI mengalami koreksi tajam. Saham-saham yang bergerak di bidang chip, data center, cloud AI, hingga infrastruktur komputasi mengalami tekanan besar secara bersamaan.
Akibat penurunan tersebut, nilai portofolio Situational Awareness anjlok sekitar 67% hanya dalam satu bulan.
Penurunan itu memicu margin call dari pemberi pinjaman. Karena harus memenuhi permintaan tambahan jaminan, hedge fund tersebut akhirnya dipaksa melepas sebagian besar portofolio saham publiknya dalam waktu singkat.
Kondisi inilah yang mempercepat spiral penurunan nilai portofolio.
Di tengah kepanikan pasar, Citadel justru melihat peluang.
Pendiri Citadel, Ken Griffin, segera mengumpulkan jajaran eksekutif utamanya, termasuk Chief Investment Officer, Chief Operating Officer, tim riset kuantitatif, hingga divisi hukum untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap portofolio Situational Awareness.
Setelah melakukan penilaian sepanjang malam, Citadel memutuskan membeli sebagian aset publik hedge fund tersebut.
Bagi Ken Griffin, situasi seperti ini bukanlah hal baru.
Citadel menilai banyak aset yang dijual Situational Awareness sebenarnya masih memiliki fundamental yang kuat. Penjualan terjadi bukan karena kualitas perusahaan memburuk, melainkan karena hedge fund tersebut terpaksa menjual akibat tekanan leverage dan margin call.
Dengan kata lain, Citadel memperoleh kesempatan membeli sejumlah aset AI berkualitas pada harga yang telah terdiskon akibat tekanan jual paksa.
Strategi seperti ini pernah dilakukan Citadel pada sejumlah krisis besar sebelumnya, termasuk saat menyerap aset Amaranth Advisors, Sowood Capital, hingga memberikan pendanaan kepada Melvin Capital pada 2021.
Kisah Situational Awareness menunjukkan bahwa memiliki tesis investasi yang benar belum tentu menjamin keberhasilan.
Aschenbrenner tetap meyakini masa depan AI. Namun penggunaan leverage yang tinggi membuat hedge fund tersebut tidak mampu bertahan ketika volatilitas pasar meningkat.
Di sisi lain, Ken Griffin kembali menunjukkan pendekatan yang telah lama menjadi ciri khas Citadel: memanfaatkan tekanan jual paksa untuk mengakuisisi aset yang dinilai masih berkualitas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di dunia investasi, pengelolaan risiko sering kali sama pentingnya dengan kemampuan memilih aset yang tepat.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.