Tepat satu tahun lalu, pada 6 Oktober 2025, Bitcoin mencatatkan rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di kisaran $126.000. Menariknya, tanggal puncak tersebut telah diprediksi secara presisi dua tahun sebelumnya oleh seorang pengguna anonim di forum 4chan dalam unggahan tertanggal 12 Desember 2023.
​Prediksi tersebut didasarkan pada perhitungan matematis historis, yakni pola 1.064 hari dari titik terendah ke puncak dan 364 hari dari puncak ke titik terendah. Mengacu pada rumus 364 hari yang sama, sang anonim menyebutkan bahwa titik terendah sekaligus awal siklus baru untuk perjalanan Bitcoin jatuh pada 5–6 Oktober 2026.
​Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $86.100, terdepresiasi sekitar 30% hingga 32% dari titik puncaknya. Meskipun terkoreksi, penurunan ini terbilang relatif moderat dibandingkan fase bear market siklus-siklus sebelumnya yang kerap menelan koreksi di atas 80%. Secara teknikal, Bitcoin sendiri sempat menyentuh titik terendah pertengahan tahun di kisaran $57.000 pada Juli lalu, sebelum menguat kembali sekitar 50% hingga ke level harga saat ini.
​Pergerakan harga hari ini juga terdorong sentimen makro positif setelah rilis data tenaga kerja AS (non-farm payrolls) September yang hanya mencatatkan penambahan 29.000 pekerjaan atau jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 90.000 pekerjaan. Meski indikator teknikal jangka pendek menunjukkan potensi penguatan, analisis fundamental dari analis Benjamin Cowen mencatat bahwa walau fase akumulasi telah dimulai sejak Juli, potensi koreksi menuju area bottom di kisaran $44.000 pada kuartal keempat masih terbuka.



