


​Dua senator dari Partai Demokrat AS, Elizabeth Warren dan Richard Blumenthal, resmi meminta SEC untuk menyelidiki potensi indikasi penipuan dan praktik memperkaya diri secara tidak sah terkait koin meme TRUMP. Langkah hukum ini diambil setelah aset kripto berbasis Solana tersebut mencatatkan penurunan nilai ekstrem hingga 98% dari titik tertingginya. Data analis on-chain Nansen mengungkapkan bahwa hampir 989.000 wallet kripto menderita total kerugian sekitar $3,81 miliar, sementara laporan keuangan mencatat partisipasi Presiden Donald Trump menghasilkan sekitar $636 juta dari royalti token tersebut.
​Para senator mendesak Ketua SEC Paul Atkins untuk mengevaluasi apakah proyek ini beroperasi sebagai slow rug pull, yaitu kondisi ketika pihak internal menarik likuiditas atau mengekstrak nilai proyek secara bertahap tanpa penghentian mendadak. Saat ini, token TRUMP diperdagangkan di kisaran $1,47 dengan kapitalisasi pasar sekitar $366 juta, jauh di bawah harga puncaknya di $73,43 yang diraih tak lama setelah peluncurannya pada Januari 2025. Kasus ini semakin memperpanjang sorotan publik mengenai potensi konflik kepentingan pejabat negara dalam ekosistem aset digital.
​Desakan penyelidikan ini memicu ketegangan baru dalam pembahasan RUU Regulasi Kripto AS (CLARITY Act) di Senat. Perdebatan mengenai klausul etika bagi pejabat publik serta perlindungan bagi pengembang perangkat lunak (software developers) masih menghambat pengesahan regulasi tersebut menjelang masa reses Agustus. Situasi ini turut menekan probabilitas kelulusan CLARITY Act pada tahun 2026 di platform prediksi Polymarket hingga tersisa 24%.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.