Jaringan Layer 2 milik Robinhood, Robinhood Chain, mencatatkan kinerja finansial fantastis dengan membukukan total pendapatan kumulatif sebesar $42,58 juta atau setara 17.171 ETH hanya dalam 70 hari sejak peluncuran mainnet. Melansir data per Selasa (8/9), laju pendapatan harian jaringan ini bahkan dilaporkan telah melampaui raihan fee revenue milik blockchain papan atas seperti Solana dan BNB Chain, dengan rata-rata pemasukan mencapai $608.000 per hari.
​Dari total pendapatan tersebut, Robinhood Chain mengantongi bagian terbesar yakni 90% atau senilai $38,32 juta (15.454 ETH). Sementara itu, Arbitrum selaku penyedia infrastruktur teknologi dasar kebagian 10% sisanya senilai $4,26 juta (1.716 ETH). Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti validitas model monetisasi jaringan berbasis rollup Ethereum ketika diadopsi oleh institusi finansial berskala global.
​Pertumbuhan pendapatan tersebut berjalan seiring dengan derasnya likuiditas baru yang masuk. Data Token Terminal mencatat total aset Ethereum yang dialihkan (bridged) ke Robinhood Chain telah melampaui $700 juta, melonjak sekitar 150% dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Peningkatan arus modal ini memicu ledakan aktivitas onchain, terutama pada volume transaksi di bursa terdesentralisasi (DEX) jaringan tersebut.



