Arbitrum DAO membukukan total pendapatan sebesar $6,19 juta sepanjang semester pertama 2026 berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis Arbitrum Foundation pada Rabu (2/9). Perolehan tersebut bersumber dari empat lini pendapatan: biaya transaksi Arbitrum One, sistem lelang prioritas Timeboost, bagi hasil lisensi teknologi Arbitrum, serta imbal hasil dari pengelolaan treasury. Efisiensi operasional jaringan terbukti solid dengan margin laba kotor (gross margin) pendapatan protokol menembus angka di atas 97%, sekaligus mengamankan cadangan aset non-ARB senilai $125 juta hingga akhir Juni.
​Kehadiran Robinhood Chain yang meluncur di mainnet pada 1 Juli lalu diproyeksikan menjadi mesin pendapatan baru yang signifikan bagi ekosistem ini ke depan. Menggunakan tumpukan teknologi (technology stack) Arbitrum, Robinhood Chain wajib menyetorkan 10% dari pendapatan bersih protokolnya lewat skema Expansion Program, yang langsung menyumbang $360.000 atau setara 35% pemasukan Arbitrum DAO sepanjang Juli.
​Sepanjang paruh pertama tahun ini, Arbitrum sendiri telah memproses 478 juta transaksi dengan rata-rata volume transfer bulanan stablecoin melampaui $70 miliar, di mana jumlah pemiliknya melonjak 40% menjadi 10,5 juta akun. Di sektor tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA), ekosistem Arbitrum memimpin pasar dengan mencatat lebih dari 2.000 instrumen aset yang telah diterapkan secara onchain.



