asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT77,693.8+26.41 ( +0.03% )
EDENUSDT0.1277+0.0106 ( +9.05% )
ETHUSDT2,143.01+3.89 ( +0.18% )
HYPEUSDT57.78+4.76 ( +8.98% )
MAPOUSDT0.00194-0.000007 ( -0.36% )
MITOUSDT0.0432+0.00391 ( +9.95% )
PROVEUSDT0.3175+0.086 ( +37.15% )
SOLUSDT87.83+1.6 ( +1.86% )
U2UUSDT0.000525+0.000012 ( +2.34% )
Powered by
News

Dimediasi Pakistan, AS-Iran Rampungkan Draf Final Kesepakatan Gencatan Senjata

User
May 22, 2026 | 02:55 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 22, 2026 | 02:55 WIB
Dimediasi Pakistan, AS-Iran Rampungkan Draf Final Kesepakatan Gencatan Senjata

​Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai draf final kesepakatan damai melalui mediasi ketat dari Pakistan. Melansir laporan media pemerintah Iran dan Al-Arabiya TV pada Jumat (22/5), pengumuman resmi terkait perjanjian bersejarah ini diperkirakan bakal dirilis dalam beberapa jam ke depan sejak artikel ini diterbitkan. 

​Draf kesepakatan tersebut mencakup lima poin krusial, di mana poin utamanya adalah pemberlakuan gencatan senjata segera dan komprehensif di seluruh lini pertempuran. Kedua belah pihak juga berkomitmen penuh untuk saling menahan diri dan tidak menjadikan infrastruktur satu sama lain sebagai target serangan militer. Selain itu, poin penting lainnya menjamin adanya kebebasan navigasi internasional di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz yang akan diawasi secara ketat di bawah mekanisme pemantauan bersama (joint monitoring mechanism).

​Sebagai timbal balik atas kepatuhan Iran terhadap poin-poin perjanjian tersebut, pihak AS secara bertahap akan mulai mencabut sanksi ekonomi yang selama ini menjerat Iran. Langkah awal ini ditargetkan menjadi pembuka jalan bagi negosiasi lanjutan guna menyelesaikan berbagai isu krusial yang masih tertunda, yang dijadwalkan bakal mulai berjalan paling lambat dalam waktu tujuh hari ke depan. Kabar ini langsung memicu turunnya harga minyak mentah AS (Crude Oil) ke level $96 per barel akibat meredanya kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Copiedbagikan