


​Dua instrumen ETF spot Hyperliquid (HYPE) baru milik 21Shares dan Bitwise sukses meraup inflow kumulatif sebesar $22,3 juta atau sekitar Rp356 miliar pada sepekan pertama perdagangan di bursa AS. Melansir data SoSoValue pada Kamis (21/5), sentimen positif dari market institusional ini langsung mendorong harga token HYPE meroket tajam naik ke area $52. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya volume perdagangan derivatif di jaringan Hyperliquid yang kini rutin menghasilkan biaya transaksi mingguan di atas Ethereum dan Solana.
​Riset dari Bitcoin Suisse mengungkapkan bahwa performa inflow awal ETF Hyperliquid berhasil melampaui kinerja dana kelolaan berbasis Bitcoin dan Ether dalam basis penyesuaian kapitalisasi market. Volume harian produk ETF bahkan melonjak hingga delapan kali lipat dibanding hari pertama perilisannya. Masuknya modal besar ini memicu tekanan beli masif di market spot, di mana akumulasi pembelian dari produk ETF tercatat mencapai dua setengah kali lipat dari volume token yang dibakar oleh Assistance Fund internal ekosistem.
​Guna memaksimalkan momentum, Bitwise mengumumkan rencana taktis untuk mengalokasikan sepuluh persen dari biaya manajemen ETF mereka untuk membeli token HYPE secara langsung dan memasukkannya ke dalam neraca perusahaan. Aset tersebut nantinya akan dialokasikan ke dalam mekanisme staking untuk mengamankan pendapatan pasif tambahan. Langkah korporasi ini mempertegas pandangan analis bahwa market kini mulai menilai Hyperliquid sebagai aplikasi super global untuk manajemen aset terdesentralisasi, bukan sekadar bursa berjangka biasa.