


Otoritas Tiongkok resmi mempercepat penggunaan teknologi blockchain dan privacy computing untuk merombak sistem penilaian kredit bagi sektor UMKM (06/04). Melalui panduan bersama dari Administrasi Perpajakan Negara dan Administrasi Regulasi Keuangan Nasional, blockchain akan diterapkan pada arsitektur berbagi data antara pemerintah dan bank di industri keuangan. Langkah strategis ini bertujuan mempermudah akses kredit bagi pelaku usaha kecil melalui sistem evaluasi berbasis data pajak yang lebih akurat.
Teknologi blockchain di sini difokuskan sebagai alat manajemen rekam jejak untuk memberantas pemalsuan dokumen, seperti faktur elektronik palsu yang selama ini menjadi kendala di market pinjaman. Dengan dukungan privacy computing, bank dapat melakukan analisis kelayakan kredit tanpa harus mengekspos data mentah perusahaan yang sensitif. Untuk mendukung hal ini, Tiongkok dilaporkan mengucurkan investasi sekitar 400 miliar yuan per tahun guna membangun infrastruktur teknologi yang kuat sesuai dengan regulasi keamanan siber terbaru.
Inisiatif ini juga dikaitkan dengan pengembangan Digital Yuan (e-CNY) yang kini format saldonya mulai dikonversi menjadi simpanan berbunga di 22 bank partisipan. Penggabungan e-CNY dengan sistem kredit berbasis blockchain ini merupakan bagian dari strategi besar Tiongkok dalam merestrukturisasi infrastruktur finansial mereka secara menyeluruh di industri digital. Transformasi ini diharapkan menjadi standar baru bagi efisiensi perbankan dan keamanan data di market masa depan.