


Goldman Sachs, raksasa perbankan dengan dana kelolaan $3,5 triliun, resmi mengajukan prospektus Goldman Sachs Bitcoin Premium Income ETF kepada SEC (14/04). Berbeda dengan ETF biasa, produk ini menggunakan strategi opsi untuk menghasilkan pendapatan tunai bulanan bagi investor. Langkah ini menandai masuknya Goldman secara agresif ke sektor derivatif Bitcoin yang teregulasi untuk memenuhi permintaan klien institusi.
Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menyebut produk ini sebagai "Boomer Candy" karena menawarkan eksposur Bitcoin dengan volatilitas yang lebih rendah. Dalam analisisnya, Balchunas menyoroti penggunaan struktur '40 Act dan Cayman Subsidiary sebagai taktik cerdas Goldman untuk mematuhi aturan kepemilikan komoditas di AS. Strategi ini memberikan perlindungan dari penurunan harga sekaligus memberikan arus kas rutin bagi pemegangnya.
Kehadiran Goldman Sachs dipandang sebagai upaya untuk menyalip kompetitor seperti BlackRock dengan menawarkan solusi investasi yang lebih stabil di industri kripto. Balchunas menilai produk ini sangat menarik bagi investor yang ingin masuk ke market Bitcoin namun tetap mengutamakan pendapatan tetap. Saat ini, pelaku market tengah menantikan lampu hijau dari SEC agar instrumen inovatif ini bisa segera diperdagangkan secara luas.