asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2442+0.009 ( +3.83% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,447.9+356.93 ( +0.46% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,447.38+31.91 ( +1.32% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT81.112+2.19 ( +2.78% )
tether usd iconpump.fun iconPUMPUSDT0.005068+0.00013 ( +2.63% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT94.78+0.39 ( +0.41% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.828+0.022 ( +2.73% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.06058-0.00166 ( -2.67% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4863+0.0083 ( +0.56% )
Powered by
powered by triv
News

Abaikan Klaim Pasokan Melimpah Trump, Harga Minyak Brent Naik Lagi ke $80

User
July 9, 2026 | 00:32 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 9, 2026 | 00:32 WIB
Abaikan Klaim Pasokan Melimpah Trump, Harga Minyak Brent Naik Lagi ke $80

​Harga minyak mentah Brent secara resmi kembali naik ke level $80 per barel, sementara minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) ikut merangkak naik ke area $75 per barel. Kenaikan tajam ini terjadi menyusul batalnya Perjanjian Islamabad dan Nota Kesepahaman (MOU) oleh pihak Iran maupun Amerika Serikat. Pasar langsung merespons eskalasi tersebut setelah Iran mengumumkan akan menutup total Selat Hormuz secara otomatis jika pihak AS meluncurkan serangan baru.

​Di sisi lain, dalam pernyataannya di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7), Donald Trump justru menyatakan bahwa dirinya berencana melakukan serangan susulan malam ini demi memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Selain rencana serangan tersebut, Trump mengklaim bahwa pasokan minyak saat ini sangat melimpah sehingga harganya akan segera turun meski Selat Hormuz kembali tertutup. Ia bahkan menegaskan bahwa pihak AS harus dan akan memastikan mereka bisa menekan pergerakan harga minyak tersebut agar tetap rendah.

​Namun, pantauan pergerakan harga minyak malam ini menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik dengan ambisi Trump. Kekhawatiran para pelaku pasar terhadap ancaman penutupan Selat Hormuz dalam beberapa jam kedepan terbukti jauh lebih dominan, hingga sukses mengabaikan prediksi Trump dan mengerek harga minyak Brent kembali ke area $80 serta WTI ke level $75.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

The Fed Pertahankan Suku Bunga di 3,50% - 3,75%
Breaking News
July 30, 2026 | 01:05 WIB
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Yordania
News - Breaking News
July 29, 2026 | 05:44 WIB