asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT69,592.5-1236.68 ( -1.75% )
BULLAUSDT0.0092-0.00066 ( -6.69% )
ETHUSDT2,028.04-34.63 ( -1.68% )
JELLYJELLYUSDT0.05542+0.0005 ( +0.89% )
PEPEUSDT0.00000327-0.00000012 ( -3.54% )
PIXELUSDT0.01594+0.0106 ( +198.5% )
SOLUSDT85.35-1.75 ( -2.01% )
TRXUSDT0.2881+0.0027 ( +0.95% )
XRPUSDT1.3783-0.0277 ( -1.97% )
Powered by
News

AL Inggris Laporkan Tiga Kapal Diserang di Selat Hormuz dan Teluk Persia

User
March 11, 2026 | 16:16 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 11, 2026 | 16:16 WIB
AL Inggris Laporkan Tiga Kapal Diserang di Selat Hormuz dan Teluk Persia

Angkatan Laut Inggris melaporkan bahwa tiga kapal komersial diserang dengan proyektil yang diduga berasal dari pihak bersenjata di kawasan Selat Hormuz dan Teluk Persia pada Rabu. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah yang semakin mengancam keamanan jalur pelayaran internasional.

Menurut UK Maritime Trade Operations, target serangan meliputi sebuah kapal kargo di Selat Hormuz dekat Oman, kapal kontainer di wilayah barat Ras Al Khaimah, serta kapal pengangkut curah di barat laut Dubai. Kapal kargo yang terkena serangan dilaporkan mengalami kebakaran di atas kapal sehingga awak kapal terpaksa melakukan evakuasi.

Otoritas maritim Inggris menyatakan bahwa tingkat ancaman di kawasan tersebut masih berada pada level kritis. Laporan keamanan mencatat setidaknya sepuluh insiden serangan terhadap kapal sejak 28 Februari hingga 10 Maret.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada bulan lalu. Sebagai respons, Iran dilaporkan melakukan berbagai aksi balasan yang menargetkan aktivitas pelayaran serta kepentingan lain di kawasan Teluk.

Situasi ini menyebabkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz hampir berhenti total. Jalur laut yang menjadi salah satu rute utama ekspor energi dunia tersebut kini mengalami gangguan serius, memaksa sejumlah negara produsen minyak di kawasan Teluk menurunkan produksi karena fasilitas penyimpanan mulai penuh.

Gangguan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi krisis energi global. Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia biasanya melewati jalur strategis ini sehingga setiap gangguan dapat berdampak langsung pada harga energi internasional.

Copiedbagikan