Amazon, Tesla, dan SpaceX menjadi jajaran korporasi raksasa terbaru yang resmi menolak rencana perdagangan tokenisasi saham oleh platform OKXICE. Pemberitahuan publik pada Senin (02/11) mencatat penolakan dari perusahaan milik Elon Musk tersebut bersama Amazon, Netflix, dan SoFi Technologies. Tambahan ini memperpanjang daftar emiten penolak menjadi 56 perusahaan, di mana 49 di antaranya merupakan target utama dari total 62 perusahaan yang dibidik OKXICE.
​OKXICE merupakan platform hasil kolaborasi bursa kripto OKX dan Intercontinental Exchange (ICE), induk New York Stock Exchange. Mengandalkan kelonggaran aturan sementara dari SEC, proyek ini dirancang agar investor dapat memperdagangkan saham AS versi blockchain secara nonstop 24 jam. Namun, penolakan masif dari Amazon, Tesla, dan SpaceX mengancam ketersediaan aset utama yang rencananya akan ditawarkan kepada publik.
​Menanggapi gelombang penolakan ini, Co-chair OKXICE Andrew Cuomo menilai keengganan korporasi besar sebagai proses wajar dalam adopsi teknologi baru. Cuomo menegaskan bahwa pasar saham tradisional sudah sepatutnya bertransformasi mengikuti ritme keuangan global yang bergerak tanpa henti. Saat ini, OKXICE tercatat hanya menyisakan 13 perusahaan target awal yang belum mengajukan keberatan resmi menjelang batas akhir penolakan.



