


Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi seluruh kapal yang melakukan pelayaran secara sah di jalur perairan internasional, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Melalui unggahan di platform X pada Minggu (12/7), Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa seluruh kapal yang ingin melintas secara legal tetap dapat menggunakan Selat Hormuz.
"The Strait of Hormuz is open to all vessels seeking to lawfully transit the international waterway," tulis CENTCOM.
CENTCOM juga menambahkan bahwa pasukan Amerika Serikat telah ditempatkan dan berada dalam kondisi siap untuk memastikan kebebasan navigasi di salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia tersebut tetap terjaga.
"Forces are positioned and prepared to ensure that freedom of navigation remains available," lanjut pernyataan tersebut.