


​Militer Amerika Serikat melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC Iran telah menyerang sebuah kapal kargo berbendera Singapura, Ever Lovely, di Selat Hormuz pada JUmat (26/6) dini hari. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, insiden tersebut terjadi di dekat pantai Oman ketika kapal tengah melintas bersama kelompok yang terdiri dari tiga kapal lainnya mengikuti rute resmi dari Organisasi Maritim Internasional atau IMO. Para pelaut di dalam flotilla tersebut menyatakan bahwa serangan terjadi secara mendadak tanpa adanya peringatan ataupun kontak radio terlebih dahulu dari pihak angkatan laut Iran. Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari insiden tersebut.
​Serangan ini diluncurkan setelah Angkatan Laut Iran mengeluarkan peringatan keras agar kapal-kapal tidak menggunakan rute melalui Selat Hormuz tanpa mengantongi izin resmi dari pihak Iran. Akibat eskalasi geopolitik yang mendadak ini, pasar energi global langsung bereaksi secara agresif mengakibatkan harga minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI dilaporkan langsung melonjak naik ke level $72 per barel, padahal sebelumnya sempat menunjukkan tren penurunan hingga menyentuh level $69 per barel