


​Firma analitik on-chain CryptoQuant melaporkan bahwa para pemegang Bitcoin dalam jumlah besar kini mendominasi aktivitas deposit ke exchange di tengah tren bearish. Rasio deposit whale ke bursa dilaporkan melonjak ke angka 0,64, yang merupakan level tertingginya sejak Oktober 2015. Metrik ini mengindikasikan bahwa 64 persen dari total aliran dana masuk ke exchange berasal dari 10 deposit terbesar, yang menjadi sinyal kuat bahwa para investor kakap sedang memimpin aksi jual di pasar kripto.
​Selain Bitcoin, tekanan jual juga meluas secara merata ke aset altcoin. Rata-rata deposit altcoin harian ke bursa tercatat meningkat 22 persen pada awal 2026 ini dibandingkan dengan kuartal terakhir tahun 2025 lalu. Meski demikian, CryptoQuant mencatat bahwa lonjakan aksi jual Bitcoin yang paling tajam sebenarnya telah sedikit mereda setelah harga sempat terkoreksi ke area $60.000 pada awal Februari, meskipun level inflow ke bursa secara keseluruhan masih tetap dalam posisi yang tinggi.
​Di sisi lain, daya beli atau likuiditas di pasar justru menyusut drastis akibat anjloknya pasokan stablecoin. Aliran masuk harian Tether (USDT) ke bursa merosot tajam dari puncaknya di angka $616 juta pada November 2025 menjadi hanya sekitar $27 juta baru-baru ini. Kombinasi antara tingginya tekanan jual dari whales, distribusi altcoin yang masif, serta minimnya ketersediaan dana segar ini membuat struktur pasar kripto menjadi sangat rentan terhadap volatilitas ekstrem selama tren bearish berlangsung.