asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ACEUSDT0.0959-0.0371 ( -27.9% )
BANKUSDT0.17245-0.11306 ( -39.6% )
BTCUSDT66,360.0+1166.32 ( +1.79% )
DEXEUSDT8.04-28.273 ( -77.86% )
ETHUSDT1,922.46+27.12 ( +1.43% )
HEIUSDT0.0928-0.0052 ( -5.31% )
HOMEUSDT0.00679-0.00063 ( -8.49% )
HYPEUSDT60.454-1.72 ( -2.76% )
SOLUSDT77.9+0.26 ( +0.34% )
Powered by
News

APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Tetap di Bawah 3%

User
July 21, 2026 | 18:40 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 21, 2026 | 18:40 WIB
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Tetap di Bawah 3%

Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I 2026 mencapai Rp196,5 triliun atau setara 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski mengalami defisit, pemerintah menilai kondisi fiskal tetap terjaga berkat pertumbuhan pendapatan negara yang solid.

Berdasarkan laporan APBN KiTa, pendapatan negara hingga akhir Semester I 2026 mencapai Rp1.459 triliun, sementara belanja negara tercatat sebesar Rp1.656,6 triliun. Selain itu, keseimbangan primer masih mencatat surplus sebesar Rp85,1 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah tetap optimistis defisit fiskal dapat terjaga hingga akhir tahun. Optimisme tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan negara yang meningkat 21,4% secara tahunan (year on year/yoy) pada Semester I 2026.

Menurut Purbaya, kombinasi pendapatan yang tumbuh kuat dan belanja negara yang tetap difokuskan pada sektor produktif menjadi faktor utama yang menjaga kesehatan fiskal pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah akan terus mengoptimalkan belanja negara untuk mendukung berbagai program prioritas nasional. Purbaya juga memastikan defisit APBN sepanjang 2026 tetap akan dijaga berada di bawah batas maksimal 3% dari PDB sesuai ketentuan yang berlaku.

Copiedbagikan