asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2435+0.089 ( +57.61% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,208.1+14.12 ( +0.02% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,909.12+14.59 ( +0.77% )
tether usd iconheima iconHEIUSDT0.1368+0.0103 ( +8.14% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT58.231-0.85 ( -1.44% )
tether usd iconparcl iconPRCLUSDT0.009465+0.005047 ( +114.24% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT76.76+1.05 ( +1.39% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.04067-0.00015 ( -0.37% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT0.9995+0.0048 ( +0.48% )
Powered by
powered by triv
News

AS Dakwa Warga Jerman Cuci Kripto $2 Juta Jadi Emas Batangan

User
May 18, 2026 | 07:53 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 18, 2026 | 07:53 WIB
AS Dakwa Warga Jerman Cuci Kripto $2 Juta Jadi Emas Batangan

​Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) resmi mendakwa seorang warga negara Jerman, Owe Martin Andresen, yang diduga kuat merupakan administrator utama dari pasar gelap darknet, Dream Market. Berdasarkan dokumen pengadilan terbaru, Andresen dituduh melakukan pencucian uang senilai lebih dari $2 juta yang berasal dari aktivitas ilegal platform tersebut. Jaksa penuntut menyatakan bahwa pelaku memindahkan dana dari wallet kripto yang sudah lama dormant untuk membeli emas batangan yang kemudian dikirim langsung ke Jerman.

​Penyelidikan gabungan penegak hukum internasional berhasil menyita emas batangan senilai $1,7 juta beserta sejumlah uang tunai dan aset digital lainnya milik pelaku. Platform pasar gelap tersebut sendiri beroperasi sejak 2013 hingga 2019 dengan memfasilitasi transaksi ratusan kilogram narkotika psikotropika seperti heroin, kokain, hingga fentanil menggunakan mata uang kripto untuk menyamarkan jejak. Meskipun beberapa administrator tingkat menengah telah divonis lebih dulu, identitas Andresen sebagai sosok di balik pengelola utama baru berhasil diungkap sekarang.

​Kasus ini menjadi preseden penting bagi industri kripto global mengenai bagaimana penegak hukum modern kini semakin lihai melacak aliran dana lawas di on-chain meskipun telah mengendap bertahun-tahun. Upaya konversi aset digital ilegal ke bentuk komoditas fisik seperti emas menunjukkan taktik klasik pencucian uang yang masih terus diadopsi oleh pelaku kriminal siber di tengah pengetatan regulasi KYC global. Keberhasilan pelacakan ini sekaligus mengirim sinyal kuat bahwa pseudonimitas di jaringan publik tidak lagi menjamin keamanan bagi pelaku kejahatan masa lalu.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan