


​Amerika Serikat dikabarkan mengizinkan Iran untuk segera memulai kembali penjualan minyak dan bahan bakar di bawah kesepakatan baru untuk mengakhiri perang. Laporan eksklusif dari The Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa (16/6) waktu setempat mengungkapkan bahwa langkah pembukaan blokade energi ini langsung berdampak signifikan terhadap peta ekonomi global.
​Dalam detail kesepakatan yang dirilis dari sumber internal, ketentuan mengenai pembebasan sanksi atas penjualan minyak Iran akan langsung berlaku efektif segera setelah dokumen perjanjian ditandatangani. Pelonggaran sanksi ini tidak hanya mencakup komoditas utama, tetapi juga mencakup seluruh ekosistem layanan penting yang dibutuhkan untuk memfasilitasi perdagangan, termasuk sektor perbankan, transportasi laut, hingga jaminan asuransi kapal tanker.
​Di bawah poin perjanjian tersebut, pihak Iran diperkirakan akan menerima keringanan sanksi di awal. Namun, keberlanjutan serta pelonggaran sanksi tambahan di tahap berikutnya akan sangat bergantung pada kepatuhan dan performa komitmen Iran di lapangan dalam mematuhi poin-poin perdamaian.
​Kabar mengenai kembalinya pasokan energi skala besar dari Selat Hormuz ini langsung memicu reaksi instan di bursa komoditas. Harga minyak dunia terpantau merosot dan menyentuh level $76 per barel seiring hilangnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.