


​Iran tengah mengajukan rencana bersama negara-negara Teluk untuk memungut biaya bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz. Mengutip laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada Kamis (25/6), langkah ini dipersiapkan menjelang berakhirnya nota kesepahaman (MoU) 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran.
​Berdasarkan detail proposal tersebut, Iran memperkirakan dapat menghasilkan pendapatan hingga $40 miliar per tahun. Dana tersebut diklaim sebagai biaya atas layanan keamanan, keselamatan, dan lingkungan di kawasan Selat Hormuz. Iran saat ini mulai menawarkan ide tersebut ke wilayah Timur Tengah yang lebih luas, bahkan hingga ke Beijing.
​"Semua orang perlu tahu bahwa pengelolaan Selat tidak akan pernah kembali seperti semula," ujar Ketua Parlemen Iran dalam laporan tersebut. Sebagai bagian dari persiapan, Iran juga dilaporkan telah mendirikan perusahaan asuransi sendiri dan menyatakan bahwa perusahaan pelayaran wajib menggunakan jasa asuransi tersebut untuk dapat melintasi Selat Hormuz.