


Pihak Iran resmi menetapkan tarif tol sebesar 1 dolar AS per barel bagi seluruh kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Mengutip laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Kamis (09/04), Iran secara tegas menolak dolar AS dan mewajibkan operator kapal untuk men-settle tagihan murni menggunakan aset kripto atau mata uang Tiongkok, Yuan.
​Langkah taktis ini diambil otoritas Iran untuk mem-bypass sanksi ekonomi dan blokade finansial negara Barat. Melalui mekanisme settlement menggunakan kripto (seperti Bitcoin atau stablecoin) maupun Yuan, penerimaan dana bisa diproses langsung ke wallet Iran tanpa intervensi pihak ketiga, sekaligus mempersulit pelacakan on-chain.
​Kebijakan alternatif ini dipastikan akan memengaruhi kelancaran logistik energi global. Seluruh operator kapal besar kini diwajibkan segera menyiapkan likuiditas dalam bentuk aset digital atau Yuan. Jika tidak, proses verifikasi perlintasan mereka di Selat Hormuz berisiko tertahan selama masa gencatan senjata berlangsung.