

.png)
.png)

Amerika Serikat dilaporkan menggunakan euro, bukan dolar AS, untuk membeli yen Jepang dalam sebuah transaksi di pasar valuta asing. Menurut laporan Bloomberg, langkah tersebut diambil guna menghindari kesan bahwa Washington sengaja melemahkan mata uangnya sendiri.
Dengan menggunakan euro sebagai mata uang perantara, pemerintah AS dinilai dapat mencapai tujuan intervensi di pasar valuta asing tanpa harus menjual dolar secara langsung. Strategi ini membantu mengurangi persepsi bahwa pemerintah sedang berupaya menekan nilai tukar dolar AS.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap pergerakan yen, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami volatilitas akibat perbedaan kebijakan moneter antara Jepang dan negara-negara maju lainnya.
Penggunaan mata uang ketiga dalam intervensi valuta asing bukanlah praktik yang umum, namun dapat menjadi alternatif untuk meminimalkan dampak psikologis terhadap pasar. Pendekatan ini juga dinilai mampu mengurangi risiko munculnya spekulasi mengenai arah kebijakan nilai tukar Amerika Serikat.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.