


​Tim riset keamanan Ledger mengungkap celah keamanan pada ponsel Android yang menggunakan prosesor MediaTek pada Rabu (11/03). Celah keamanan ini memungkinkan peretas mengekstraksi PIN perangkat hingga seed phrase wallet kripto hanya dalam waktu sekitar 45 detik. Diperkirakan 25% dari populasi ponsel Android secara global terdampak oleh kelemahan pada sistem firmware ini.
​Kabar baiknya, eksploitasi yang menyerang rantai secure boot MediaTek ini hanya bisa dilakukan jika smartphone berpindah tangan dan terkoneksi secara fisik via USB. Kasus ini kemungkinan besar terjadi jika ponsel dicuri, hilang, atau sedang berada di tempat servis yang tidak terpercaya. Dalam kondisi tersebut, penyerang dapat mencuri kunci enkripsi dan membuka data sensitif dari aplikasi wallet populer seperti Trust Wallet, Kraken Wallet, hingga Phantom secara offline saat smartphone sedang dinyalakan.
​CTO Ledger, Charles Guillemet, memperingatkan bahwa smartphone pada dasarnya tidak dirancang sebagai brankas penyimpanan aset kripto. Meskipun produsen chip tengah menyiapkan perbaikan, pengguna dihimbau untuk selalu waspada terhadap keamanan fisik perangkat dan segera melakukan pembaruan sistem.