asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
tether usd iconlorenzo protocol iconBANKUSDT0.07032-0.09561 ( -57.62% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,872.0+1002.12 ( +1.57% )
tether usd iconcoti iconCOTIUSDT0.01472-0.00189 ( -11.38% )
tether usd icondexe iconDEXEUSDT2.372-0.484 ( -16.95% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,921.01+21.9 ( +1.15% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT54.974+0.22 ( +0.41% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000278+0.00000006 ( +2.21% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT74.53+1.21 ( +1.65% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.0876+0.0131 ( +1.22% )
Powered by
powered by triv
News

Mayoritas Pejabat The Fed Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Jika Inflasi Tetap Diatas 2%

User
May 21, 2026 | 13:06 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
May 21, 2026 | 13:06 WIB
Mayoritas Pejabat The Fed Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Jika Inflasi Tetap Diatas 2%

Risalah rapat terbaru bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, menunjukkan mayoritas pejabat masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap bertahan di atas target 2%.

Dalam notulen rapat tersebut, sejumlah anggota Federal Open Market Committee (FOMC) menilai tekanan inflasi masih belum sepenuhnya terkendali, meski tren perlambatan ekonomi mulai terlihat di beberapa sektor.

Pejabat The Fed menegaskan bahwa arah kebijakan moneter ke depan akan sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk, khususnya inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja. Jika inflasi dinilai kembali menguat atau bergerak stagnan di level tinggi, opsi pengetatan lanjutan disebut masih berada di atas meja.

Sikap hawkish ini memicu perhatian pelaku pasar global karena sebelumnya investor berharap The Fed mulai mempertimbangkan penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali tertunda.

Pasar keuangan merespons dengan meningkatnya volatilitas di pasar saham dan obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut bergerak naik seiring kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dari perkiraan.

Kebijakan suku bunga The Fed sendiri menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi arus modal global, termasuk pergerakan pasar kripto dan aset berisiko lainnya. Suku bunga tinggi biasanya membuat investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti obligasi dolar AS.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan